Kamis, 24 November 2011

Makanan Khas Betawi

1. Kerak Telor
Penganan yang satu ini identik dengan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Sebab, kerak telor selalu dijumpai setiap kali PRJ digelar. Saat ini, kerak telor menjadi makanan langka. Meski merupakan penganan khas Betawi, penjualnya justru kebanyakan berasal dari Sunda, Jawa Barat.
Kerak telor memiliki rasa yang gurih. Rasa gurih itu datang dari bahan-bahan yang digunakan di dalamnya, yaitu beras ketan putih, telur ayam atau bebek, udang yang digoreng kering, bawang merah goreng, kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam, dan gula pasir. Rasa gurih pada kerak telor bersumber dari campuran udang, bawang merah, kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica, dan gula pasir.
2. Kembang Goyang
Sama seperti kerak telur, camilan khas Betawi ini juga sudah mulai jarang ditemui. Padahal rasanya yang gurih cukup menarik untuk dijadikan sebagai teman minum teh. Tidak percaya? Coba cari snack tersebut di pasar, lalu jadikan teman minum teh. Apabila tidak menemukan penjualnya, Anda dapat membuat sendiri. Siapkan tepung beras, gula, telur, santan, minyak goreng, dan cetakan kembang goyang. Kocok telur dan gula hingga lembut.
Masukkan tepung dan santan. Adukaduk hingga tercampur dan adonan licin. Lalu, panaskan minyak di wajan. Celupkan cetakan kembang goyang ke minyak panas hingga panas. Celupkan cetakan ke adonan. Celup lagi cetakan ke minyak panas. Setelah itu goyang-goyangkan hingga adonan lepas.
3. Roti Buaya
Pembuatan roti berbentuk buaya sebenarnya terinspirasi dari kebiasaan buaya yang hanya menikah sekali sepanjang hidupnya. Nah, berangkat dari situ, roti buaya dijadikan sebagai simbol kesetiaan pasangan yang telah menikah. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika roti buaya selalu hadir di setiap acara pernikahan adat Betawi.
Sekarang, mencari roti buaya terbilang sulit. Tidak semua toko roti menjualnya. Jika ingin membeli roti buaya, orang juga biasanya harus memesannya terlebih dahulu. Padahal membuat roti buaya tidaklah sulit. Bahan-bahannya yang terdiri dari terigu, gula pasir, margarin, garam, ragi, susu bubuk, telur, dan pewarna mudah diperoleh. Hanya, membentuk adonan hingga menyerupai buaya memerlukan kesabaran bagi yang tidak terbiasa membuatnya.
4. Kue Rangi
Kue khas Betawi itu kini jarang ditemui. Meski demikian, beberapa resto mulai menawarkan kembali hidangan tersebut. Kue rangi atau biasa disebut sagu rangi terbuat dari tepung kanji dicampur dengan kelapa yang diparut kasar. Dahulu, orang memanggang kue rangi dengan memanfaatkan api yang berasal dari kayu bakar atau arang. Alhasil, kue tersebut menjadi lebih wangi. Jika ingin mencicipinya, Anda juga dapat membuatnya sendiri.
Bahan-bahannya adalah kelapa setengah tua, ampas kelapa, tepung sagu aren, garam, dan gula merah. Cara membuatnya, campur kelapa parut, ampas kelapa, tepung sagu, dan garam. Aduk hingga rata. Panaskan wajan, taruh 1-2 sendok makan adonan. Ratakan hingga tipis. Lalu masak sampai kering dan matang. Setelah itu, taburi permukaannya dengan gula merah, lipat dua, dan angkat jika sudah garing.
5.Akar kelapa
Pernahkah anda memakan akar kelapa saat lebaran tiba? Jangan bayangkan akar dari pohon kelapa. Makanan ini salah satu hidangan yang wajib disuguhkan di saat lebaran datang. Tentu saja lebaran di Betawi, karena kuliner ini salah satu kuliner khasnya.
Untuk membuatnya diperlukan bahan-bahan sebagai berikut:
1 liter tepung beras putih, 1 butir kelapa, 1/2 kg tepung sagu, 1 butir telur ayam, 1 kg minyak goreng, 1/2 ons mentega, 1/2 kg gula pasir, garam secukupnya, cetakan kue.
Cara membuatnya: 1/2 kelapa digoreng sampai kering lalu tumbuk sampai halus. Tepung digongseng sebentar hingga berwarna agak perak lalu angkat. Campurkan tepung, kelapa, telur, mentega, gula lalu diaduk jadi satu. Masukkan air santan dari 1/2 kelapa tadi secukupnya.
6. Gado-Gado
Makanan khas yang satu ini memang sudah sangat terkenal sekali di Betawi. Siapa sih yang tidak kenal dengan Gado-gado betawi? Perpaduan antara sayuran dan lauk pauk dengan saus kacang ini memang sangat digemari oleh banyak orang. Tak heran penjual Gado-gado sangat banyak seperti jamur di musim hujan.
Bahanya terdiri dari berbagai macam sayuran seperti bayam, kangkung, daun singkong, taoge, nangka, kacang panjang, timun dan daun pare, kadang pakai jagung rebus. Sayuranya direbus hingga matang.
Untuk bumbu sausnya menggunakan kacang tanah sebagai bahan dasarnya. Digoreng dan ditumbuk hingga halus. Bumbu cabai, garam, terasi, kencur, bawang putih, asam muda, gula pun turut dimasukan dan ditambahi sedikit air hingga mengental.Tuang saus kacang diatas sayuran yang sudah direbus.
Penjual biasanya menambahkan tahu atau tempe goreng kedalamnya. Gado-gado biasa disajikan hangat dengan nasi atau lontong. Tak lupa dengan krupuk dan bawang goreng. Untuk masalah penyajian sesuai selera, tambahan-tambahan lauk seperti telur rebus bisa saja untuk menambah variasi. Yang terpenting teruis lestarikan makanan yang sudah menjadi icon kita ini sampai ke anak-cucu kita nanti. Agar mereka bisa merasakan betapa nikmatnya kuliner yang satu ini.
7.Bir Pletok
Bir Pletok. Adalah nama minuman khas dan asli dari Betawi. Asal kamu tahu saja, minuman ini bukanlah minuman keras yang mengandung alkohol! Minuman ini justru dianjurkan untuk diminum karena bagus untuk kesehatan.
Bir pletok terbuat dari rempah-rempah, terutama jahe, yang hanya terdapat di perkampungan Betawi. Bir ini bisa dijadikan sebagai minuman ringan pelepas dahaga yang sangat enak diseruput dalam kondisi hangat dan dingin
Orang Betawi juga percaya, nama pletok itu ditambahkan setelah mendengar bunyi es batu yang beradu dengan tungku yang dikocok. Jadi, bunyinya, pletak… pletok.. Dan ketika minuman ini dituang ke dalam gelas, busa akan segera bermunculan mirip seperti bir. Akhirnya, nama bir pletok menjadi sangat populer di kalangan masyarakat Betawi.
Bir pletok yang asli diracik dari rempah-rempah. Rasa yang paling dominan adalah jahe. Sisanya kapulaga, serai, kayu manis, kayu secang, dan gula. Kamu tahu, kalau minuman ini bisa menghilangkan masuk angin? Hihihi.. coba saja deh!
Minuman ini sering disajikan bersama dengan kue-kue khas Betawi, seperti kue ape, talam, ketan bakar, dan lainnya dalam acara perkawinan adat orang Betawi. Tapi sebenarnya, bir pletok juga bisa diminum kapan saja, ditemani makanan apa saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar